Rabu, 12 Februari 2014

Challenge #1 YKMK
KUE CUCUR




Tema jajananan tradisional itu tak ada habisnya untuk dibahas banyak sekali jenisnya. Seandainya dijadiin buku wow….bisa berapa halaman ya. So pasti bukunya tebal sekali hihihi…tapi seru lho. Jajanan tradisional banyak yang mulai langka, kita sebaiknya ikut melestarikannya. Apalagi mencoba membuatnya pasti menyenangkan.

Setoran kedua Jajanan Pasar Tradisional Indonesia untuk YKMK saya tertarik dengan “Kue Cucur” yaitu jajanan masa kecil yang bentuknya mirip topi berenda dengan warna khasnya coklat dari gula merah dengan rasa yang legit, harumnya ada yang daun pandan, daun jeruk atau kayu manis. Saya lebih memilih harum kayu manis karena terasa legit dan hangat sesuai dengan musim penghujan sekarang ini. Tapi kembali lagi ke selera masing-masing ya.


Sepintas membuat kue cucur itu rumit ternyata setelah mencoba tidak serumit yang kita bayangkan. Bahannya sederhana yaitu tepung dan larutan gula. Kue cucur termasuk kue yang bersarang walaupun tanpa ragi. Pasti penasaran kok bisa ya? Menurut majalah Sedap yang saya baca “kue cucur yang bagus dan cantik, akan menggembung dibagian tengahnya seperti topi, berenda di sekeliling pinggirnya dan bersarang di dalamnya ketika kita sobek. Tanpa syarat itu, cucur belum sempurna sekalipun enak rasanya.”

Bahan untuk membuat kue cucur adalah:
-         Tepung beras yang dicampur dengan tepung terigu supaya hasilnya tidak keras.
-    Gula merah yang terbuat dari air kelapa ini yang membantu pembentukan sarang di dalam kue. Gula merah harus benar-benar cair, ketika dituang ke tepung sebaiknya hangat-hangat kuku. Cairan gula yang panas menyebabkan tepung akan matang dan tidak bisamenyerap. Begitu pula sebaliknya cairan gula yang dingin menyebabkan tepung mengendap di dasar adonan.

Pengadonan Kue cucur juga harus kita perhatikan. Sebaiknya adonan dikeplok atau dipukul-pukul tujuannya untuk memasukkan udara ke dalam adonan. Proses pengeplokan ini harus lama dan terus menerus yaitu 30 menit. Perlu digaris bawahin disini saya tanpa pengeplokan tetapi saya menggunakan mixer dengan kecepatan rendah selama 30 menit.

Saatnya pengistirahatan adonan minimal selama 40 menit. Disaat ini pula saya ikut istirahat menyuapin anak makan siang, bermain dan menidurkannya. Kurang lebih tiga jam adonan saya istirahatkan, untung saya tidak ikut tidur he…he…
Menjelang sore saatnya menggoreng adonan kue cucur. Nah ini dia yang menarik, jujur saja saya pernah sekali membuat cucur dan ternyata tidak secantik yang saya inginkan adonan bersarang membentuk renda tetapi tidak membentuk topi, mengapa? Ternyata oh ternyata wajan yang saya gunakan kurang cekung akhirnya saya ke pasar membeli wajan yang cekung tapi tidak terlalu tebal harganyapun murah meriah limabelas ribu rupiah saja bonus sutil hihihiii…..ini dia penampakannya dibawah ini.


Kesimpulannya harus menggunakan wajan yang cekung. Menggoreng cucur jangan menggunakan banyak minyak, saya menggunakan 4 sendok makan minyak dengan adonan kue cucur cukup satu sendok sayur. Minyak harus panas betul ketika adonan dituang sebaiknya kecilkan apinya lalu siram-siram adonan agar sarang terbentuk dan matang didalamnya. Pengalaman saya disini adonan mentah keluar dengan sendirinya dan tanpa saya tusuk dengan lidi. Kemudian kue cucur kita balik sebentar jangan terlalu lama karena akan menyebabkan pinggiran kue cucur mengeras. Setelah itu angkat dan tiriskan. Terbukti adonan cucur menyerap banyak minyak, sebaiknya ditiriskan lalu letakkan diatas kertas roti. Ketika menggoreng selanjutnya minyak didalam wajan berkurang. Tambahkan lagi hingga volumenya tetap seperti semula dan panaskan kembali.


Kue Cucur
Resep Majalah Sedap
Untuk 11 buah

Bahan :
  • 230 ml air
  • 125 gram gula merah
  • 2 lembar daun pandan (saya ganti dengan bubuk kayu manis secukupnya)
  • 125 gram tepung beras
  • 30 gram tepung terigu protein sedang
  • ¼ sendok teh garam
  • 2 sendok the gula pasir (tambahan dari saya)

Cara membuat:
  1. Didihkan air, gula merah dan daun pandan (bubuk kayu manis) sampai gula larut. Saring. Diamkan hingga hangat kuku.
  2. Campur tepung beras, tepung terigu dan garam. Tuang larutan gula sedikit-sedikit sambil diuleni. Setelah adonan kental, keplok-keplok 30 menit sambil terus dituangi larutan gula sedikit-sedikit sampai habis. Diamkan 40 menit. Versi saya Tuang larutan gula sekaligus lalu mixer dengan kecepatan rendah selama 30 menit sampai tercampur rata.
  3. Panaskan 4 sendok makan minyak dalam wajan cekung kecil. Tuang adonan cucur. Siram-siram dengan minyak panas sampai mengembang dan berserat.
  4. Tusuk bagian tengahnya dengan tusuk sate sambil diputar-putar sehingga adonan yang masih mentah keluar. Siram-siram sampai matang. Balik sebentar, Angkat.

Catatan:
  • Resep ini tanpa saya keplok tetapi saya menggunakan mixer dengan kecepatan rendah selama 30 menit.
  • Minyak jangan terlalu panas menyebakan adonan cepat mongering.
  • Saya menggunakan sendok sayur kecil hasilnya menjadi 18 buah.

Selamat mencoba dan menikmati d


6 komentar:

andrianykh mengatakan...

suka sekali sm kue cucur.. dr dulu mau bikin tp g berani hehe.. menurut yg pernah sy baca kalau mau kuenya empuk air diganti sm santan... belum coba jg :) pengen coba resepx mba...

Maya Efendy mengatakan...

Mbak Andriany....ayo bikin, semangat pasti bisa, menurut saya dengan resep ini hasilnya empuk, yang penting lamanya menggoreng jangan terlalu lama, Baru tahu klo ada yang pake santan, pasti tambah gurih dan tambah berminyak kali ya Mbak. Terima kasih masukannya Mbak Indriany, wah kudu mencoba yg pake santan. Terima kasih sudah mampir ya ?

Sashy mengatakan...

Liat fotonya jadi pengen nyoba buat ni Mba. Thank you for Sharing

Maya Efendy mengatakan...

Mbak Sashy silahkan mencoba semoga resepnya cocok dan sesuai selera. Terima kasih sudah berkunjung.....

eva wahyu mengatakan...

Karya mbak May selalu membuatku ngileeeeerrrrr.......

Maya Efendy mengatakan...

Hihihi....karya mbak Eva juga bikin aku ngiler, happy baking & cooking ya Mbak :)