Minggu, 14 Desember 2014

BAKWAN JAGUNG


Siapa yang gak suka jagung? gurih manis lho. Jagung manis salah satu makanan favorit di rumah, di rebus begitu aja juga laris manis apalagi diolah menjadi bakwan, angkat dari penggorengan anget-anget gitu aja udah byk menanti, langsung dicemal cemil habis. Goreng lagi, habis lagi ha...ha...doyan dan lapar.
Biasanya alm. ibu saya selalu bikin bakwan jagung tanpa telur, karena keluarga saya termasuk sensitif dengan bau telur apalagi telur ayam negeri. Menurut saya bakwan dengan telur lebih empuk tapi setelah dingin bau telur berasa bener. Tapi kembali ke selera asal ya. Sebenernya dalam rangka mengurani telur jadi telurnya untuk bikin cake aja he...he.... 
Jagung menurut wikipedia berasal dari kata Jawa Agung yang artinya jewawut besar. Nama yang sering digunakan orang jawa. Jagung adalah salah satu tanaman pangan yang banyak mengandung nutrisi dan vitamin. Yuk....rajin bikin cemilan dari jagung, bisa untuk variasi cemilan yang digoreng, untuk filling, untuk puding, bubur dan masih banyak lagi.
Salah satunya bakwan jagung untuk cemilan enak ataupun untuk lauk. Kebetulan saya membuat tumis bunga pepaya ala Manado cocok banget ya ditemenin lauk bakwan jagung. Berasa di resto Manado, terbayang bakwan jagung yang lebar-lebar penuh dengan jagung pipilan.


BAKWAN JAGUNG

Bahan-bahan:

  • 100 gram jagung manis tumbuk kasar
  • 200 gram jagung manis pipilan
  • 80 gram tepung terigu protein sedang
  • 5 gram tepung beras
  • 125 ml air
  • 1 tangkai daun bawang, iris halus
  • 2 lembar daun jeruk, buang tulangnya, iris halus
  • 2 tangkai daun seledri, iris halus

Bumbu halus;

  • 3 buah bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 10 butir merica/lada
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt gula pasir

Cara membuat:

  1. Siapkan wadah campur tepung terigu, tepung beras dan bumbu halus. Aduk rata.
  2. Tuang air sedikit-sedikit dan aduk rata, tambahkan jagung tumbuk kasar. Aduk kembali.
  3. Masukkan jagung pipilan, daun bawang, daun jeruk dan daun seledri. Aduk rata.
  4. Panaskan minyak dalam wajan. Goreng adonan sebanyak 1 1/2 sdm atau sesuai selera.
  5. Goreng hingga matang dan kekuningan. Angkat, tiriskan.
  6. Sajikan hangat sebagai lauk atau cemilan. 





Selamat mencoba dan menikmati.


Kamis, 11 Desember 2014

TUMIS BUNGA PEPAYA KANGKUNG CAKALANG


Bunga pepaya kan pahit, justru pahitnya itu yang bikin enak. Untuk mengurangi rasa pahit sebelum diolah, bunga pepaya cuci bersih lalu remas dengan garam diamkan sebentar lalu masukkan dalam air mendidih dengan tambahan daun jambu. Setelah layu tiriskan dan cuci bersih, rebus lagi dalam air mendidih setelah matang tiriskan.

Ingat waktu masih suka jalan-jalan di ITC Cempaka Mas ada tempat makan langganan saya di food court yaitu Baku Dapa, saya selalu memilih menu ini untuk makan siang ditambah perkedel wah nikmat banget. Setelah sekian lama gak menikmati menu khas Menado akhirnya saya teringat lagi saat mencicipi tumis bunga pepaya yang pedas bikinan Mbak Evi Tri Kusworo, nikmat deh. Setiap latbar NCC Cibubur menu ini tak pernah ketinggalan.
Ketagihan dan seperti biasa langsung bikin di rumah dan suami saya suka banget, nambah terus sampe abis. Tumis ini saya buat sesuai dengan selera di rumah seperti biasa gak terlalu pedas.

Tumis Bunga Pepaya Kangkung Cakalang

Bahan-bahan:
  • 200 gram bunga pepaya, rebus
  • 3 ikat kangkung, siangi
  • 250 gram ikan cakalang kukus, suwir
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 2 helai daun salam
  • 3 sdm minyak untuk menumis
  • 100 ml air
  • 1 sdt gula pasir
  • 1 sdt garam 

Bumbu tumbuk kasar:
  • 10 buah cabe keriting
  • 8 buah bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 1 buah tomat merah ukuran sedang
  • 1 sdt terasi bakar
  • 1/2 sdt garam

Cara membuat:
  1. Panaskan minyak di wajan. Tumis bumbu tumbuk kasar, lengkuas dan daun salam hingga harum dan matang. 
  2. Masukkan ikan cakalang suwir dan bunga pepaya, aduk rata.
  3. Tambahkan kangkung, Tambahkan air, garam, gula pasir aduk hingga rata dan bumbu menyerap.
  4. Setelah matang. Angkat dan sajikan.
Selamat mencoba dan menikmati.




TAHU UDANG MASAK KEMANGI


Alhamdulillah....sarapan yang sedap bener, masih ada stok udang jerbung 250 gram setelah 250 gram saya bikin cap cay. Sempat bingung karena terlalu banyak maunya pengen bikin ini itu. Biasanya sih selalu bikin udang balado. Nah sekarang pengen mencoba resep dari Ummu Fatima, cepet masaknya cepet pula ludesnya.

Resep aslinya tahu udang masak kemangi pedas, berhubung di rumah gak doyan pedas jadi saya bikinnya gak pedas dan saya tambahin tomat. Sebelumnya tahu saya kukus dulu untuk menghilangkan rasa dan bau asem dari kuah tahu, dan gak cepet bau walau sampe menu makan malam. Tapi ternyata hanya untuk sarapan berdua aja udah ludes.  
  

Tahu Udang Masak Kemangi

Resep asli : Ummu Fatima


Bahan-bahan :
  • 300 gram tahu putih kukus, potong kotak/dadu
  • 250 gram udang, kupas bersih
  • 1 ikat kemangi, ambil bagian daunnya
  • 2 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 1 sdt garam 
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 1/4 sdt merica bubuk
  • 150 ml air
  • 3 sdm minyak untuk menumis


Bumbu halus :

  • 2 siung bawang putih
  • 3 buah bawang merah
  • 3 buah cabe merah keriting
  • 1/2 buah tomat merah



Cara Mambuat :
  1. Panaskan minyak di wajan. Tumis bumbu halus bersama daun jeruk daun salam dan lengkuas hingga harum. Masukkan tahu putih dan udang, tambahkan air.
  2. Masukkan merica bubuk, gula dan garam.
  3. Masak hingga udang berubah warna, masukkan daun kemangi.
  4. Koreksi rasanya, masak hingga bumbu meresap.
  5. Angkat dan sajikan hangat-hangat.





Selamat mencoba dan menikmati.

Selasa, 02 Desember 2014

PEANUT STREUSEL BROWNIES




Alhamdulillah, akhirnya posting brownies lagi. Walaupun gagal ikutan NCC Brownies Week, tak apalah dengan posting ini bisa mengobati kegagalan buat setoran dan huhuhu...gak dapet badge yang keren.
Nok Ness akir-akhir ini manja tak terkira biasa mainan sendiri sekarang nempel terus ama bundanya alhasil saya tak bisa ngapa-ngapain. Di depan laptop, buka BB juga gak boleh.Gak papa ya Nok nungguinnya aja lama 10 tahun kudu ngalah dan menikmati. Sebenarnya bisa posting malam hari waktu nok ness bobok tapi ternyata bundanya ikut bobok juga. Sekali gak bisa tidur dan detik-detik terakhir ternyata laptop gak bisa diajak kerja sama ikutan ngambek. Ya....sudahlah akhirnya menikmati brownies yang sudah tiga hari di suhu ruang masih tetep enak dan malah semakin enak dan coklatnya lebih terasa.

Resep brownies streusel ini saya dapatkan dari Majalah Sedap, resep aslinya menggunakan milk cooking chocolate tanpa keju dan tanpa kacang. Seperti biasa karena ada stok kacang tanah akhirnya saya tambahkan dan rasanya enak...enak.....apalagi tambahin parutan keju semakin nikmat.
Saya tambahkan kopi karena tertarik dengan brownies di blognya mbak Hesti ada penambahan kopi instan bubuk. dan sentuhan akhir setelah brownies panggang matang, saya tambahin coretan white cooking chocolate.
Semoga berkenan ya, yang ingin mencoba silahkan daripada ngeces :) 


Resep Peanut Streusel Brownies
Resep adaptasi Majalah Sedap

Bahan:

  • 100 gram margarin
  • 250 gram dark cooking chocolate, potong-potong
  • 3 butir telur ayam
  • 125 gram gula pasir
  • 135 gram tepung terigu protein sedang
  • 40 gram susu bubuk
  • 1 sendok teh kopi instan
  • 50 gram kacang tanah cincang kasar
  • 50 gram keju parut

Topping:

  • 25 gram kacang tanah sangrai cincang kasar
  • 50 gram white cooking chocolate, potong-potong

Bahan Streusel:

  • 15 gram mentega tawar dingin
  • 1/2 sendok makan gula tepung
  • 1/8 sendok teh garam
  • 30 gram tepung terigu protein sedang
Cara membuat:
  1. Streusel: Aduk mentega, gula, garam dan tepung terigu menggunakan garpu hingga berbutir-butir simpan dalam lemari es.
  2. Panaskan oven dengan api bawah suhu 180 dercel.
  3. Siapkan loyang  30x10x4 cm atau pinggan tahan panas yang telah dioles dengan margarin dan dialasi kertas roti jika menggunakan loyang.
  4. Lelehkan margarin, dalam keadaan panas, masukkan dark cooking chocolate. Aduk hingga leleh. Sisihkan.
  5. Kocok telur dan gula pasir 2 menit. Masukkan campuran coklat sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.
  6. Tambahkan tepung terigu, susu bubuk dan kopi instan sambil diaduk perlahan hingga rata.
  7. Tambahkan kacang tanah sangrai aduk lagi hingga rata.
  8. Tuang sebagian adonan dalam loyang taburkan keju parut. Tuang sisa adonan tadi diatas parutan keju.
  9. Ratakan. Taburkan streusel dan kacang tanah.
  10. Oven selama 45 menit hingga matang. Angkat, dinginkan. Potong-potong, sajikan.  











Selamat mencoba dan menikmati

TERIK HATI DAN DAGING SAPI


Rasa malas untuk blogging kudu segera disingkirkan, foodphoto menumpuk. Hadeuhhh....semoga resepnya gak lupa juga. Memulai posting menu favorit keluarga suami kebetulan almarhumah ibu saya juga suka membuat daging dengan bumbu terik ini. Walaupun resep berbeda keluarga saya dengan keluarga suami tapi tetap semuanya sedap kita santap.
Menu ini wajib saya bikin tetapi hanya sekali dalam sebulan karena ini jerohan, tahukan kolesterolnya itu lho gak nahan. Setelah belanja ke pasar utuk persediaan masak selama lima hari, sampai dapur langsung beraksi. Masak menu terik ini kudu pagi hari karena masaknya lama seperti halnya masak rendang.Alhamdulillah adzan dzuhur selese juga dan menjadi menu makan siang. Menu ini saya bikin untuk dua hari.
Setelah matang wangi rempahnya menyebar keseluruh ruangan membuat semua makin lapar. Yang lapar juga silahkan mencoba resep dibawah ini.




Selamat Mencoba dan Menikmati

Jumat, 24 Oktober 2014

KUIH KOLEH KACANG ( Tantangan Kuliner Malaysia MasBar )





Bismillahhirohmannirrohim, ada tantangan baru dari group Masak Bareng atau MasBar. Kali ini tema tantangannya dari negeri Ipin Upin. Wuih......seru ya, buat saya ini adalah kali pertama membuat kuliner Malaysia. Ternyata setelah browsing kue tradisionalnya tidak beda jauh dengan Indonesia, hanya namanya saja yang berbeda dan menurut saya unik deh. Di Malaysia kue menyebutnya kuih, misalnya kuih Bom hampir mirip dengan onde-onde, buah melaka atau onde-onde di Indonesia namanya klepon, kue cucur di Indonesia namanya bakwan dan masih banyak lagi.

Sebenarnya saya tertarik dengan jala mas tapi karena menyesuaikan bahan yang ada saya memutuskan membuat "Kuih Koleh Kacang", karena saya melihat di Blog AZIE KITCHEN penampakannya sedap nian. Saya tertarik juga dengan topping tahi minyak, di Indonesia namanya Blondo atau galendo sebutan orang sunda atau sering disebut ampas minyak kelapa, terbayang kan sedapnya? apalagi dipadukan dengan tepung kacang hijau atau tepung hunkwe yang diolah dengan gula aren, santan dan wangi daun pandan. Warnanya yang coklat duh...duh...sungguh memikat dan menggoda untuk segera menyantapnya.

Ternyata hasilnya sungguh mantap, rasa gurih berpadu dengan legit, aroma wangi khas gula aren dan daun pandan, teksturnya lembut. Sungguh khas kue tradisionalnya terasa, Kuih tradisional Malaysia ini membuat saya ingin membuat lagi karena keluarga saya ternyata suka. Wahhh...bakalan menjadi hidangan favorit juga tentunya he...he...asikkkk menambah koleksi hidangan tradisional khas Melayu. Terima kasih sharing resepnya Kak Azie :)

Tantangan pertama saya adalah membuat tahi minyak terlebih dahulu, jadi teringat Alm Bunda tercinta pernah membuat bareng tahi minyak ini, dan makannya dengan pulut atau ketan, minyaknya untuk campuran sambal. Menurut saya tantangan tahi minyak gak masalah. Saya membuatnya dari satu buah kelapa parut menjadi satu cawan atau satu cup setelah saya ukur 200 ml. Caranya masak santan dengan api kecil, aduk-aduk terus hingga keluar minyak dan ada gumpalan-gumpalan yang mulai menguning dan coklat, lalu saring, tiriskan. Gumpalan-gumpalan kering inilah namanya tahi minyak, setelah matang semerbak harumnya memnuhi dapur. Penasaran kan? resep asli dari blog Kak Azie yang tinggal di Malaysia dan saya menyesuaikan bahan-bahan yang ada di Indonesia.





RESEP KOLEH KACANG
Sumber adaptasi dari resep Azie Kitchen

Bahan-bahan :
Bahan A untuk tahi minyak:
  • 200 ml santan dari 1 butir kelapa
  • Secubit garam
Bahan B (air gula):
  • 200 ml air 
  • 200 gram gula merah aren cincang
  • 3 sendok makan gula pasir
  • 1/4 sendok teh garam
  • 4 helai daun pandan simpulkan
Bahan C:
  • 150 gram tepung kacang hijau (hunkwe)
  • 400 ml santan dari 1 butir kelapa
  • 2 sendok makan minyak hasil membuat tahi minyak
Cara membuat:
  1. Tahi minyak : masak santan dan garam, aduk terus hingga ada gumpalan-gumpalan atau ampas dan mengeluarkan minyak. Setelah ampasnya agak kering dan berwarna kecoklatan, angkat dan tiriskan.
  2. Siapkan loyang 20x20 atau sesuai selera, oles tipis dengan minyak dari membuat tahi minyak tadi. Sisihkan.
  3. Air gula: Masak air, gula merah, gula pasir dan pandan hingga mendidih dan gula larut. Saring. Diamkan kurang lebih 1- 2 jam atau hingga dingin.
  4. Adonan C: Setelah air gula dingin. Campur tepung kacang hijau dengan santan secara bertahap dan aduk hingga rata, tuang air gula sedikit-sedikit aduk hingga rata. Tuang ke dalam wajan yang berisi 2 sdm minyak hasil membuat tahi minyak tadi, aduk hingga rata. 
  5. Masak dengan api kecil, aduk terus agar tidak bergerindil hingga warnanya pekat dan mengkilat. 
  6. Setelah matang segera tuang ke dalam cetakan lalu ratakan.
  7. Taburkan dengan tahi minyak. biarkan dingin dengan suhu ruang.
  8. Potong-potong sesuai selera dan sajikan.


SELAMAT MENCOBA DAN MENIKMATI 







Jumat, 17 Oktober 2014

BROWNIES PISANG


Alhamdulillah waktu itu menjalin silaturahmi dengan mbak Endang uban, mbak Ellen, mbak Rina Rinso dan Lian. Kita maksibar di Bobara Depok. Sebelumnya saya ke padepokannya mbak Endang sambil membahas tentang Brownies dan ternyata kita sama-sama favoritnya brownies panggang. Nah, akhirnya kita ngobrol ngalor ngidul sampailah ke topik bahasan brownies pisang. Wah bikin penasaran, katanya mbak Endang uenakkkk. Sebenarnya saya udah lama ngelirik resep brownies pisang di blognya mbak Hesti. Dan mba Endang membuat berdasarkan resep di blognya mbak Nina. Asal resep ternyata dari Blog mbak Endang Just Try & Taste, aslinya brownies kukus.

Resep ini recomended banget, ternyata hasil brownies pisang ini tidak terlalu padat setelah digigit ternyata lembut dan moist. Aroma wangi pisangnya terasa. O iya saya tambahkan kopi bubuk, rasa coklatnya ternyata lebih keluar, ini juga atas saran dari blognya mbak Hesti. Putri kecilku Alhamdulillah doyan banget. Menurut suami saya, browniesnya enak pake banget.Ternyata kata mbak Endang Uban terbukti bener-bener uenakkkk, super yummy menurut saya manisnya pas.


BROWNIES PISANG

Bahan-bahan :
  • 100 gr tepung terigu protein sedang
  • 1/2 sdt baking powder
  • 20 gr coklat bubuk
  • 1 sdt kopi bubuk (tambahan dari saya)
  • 1/2 sdt garam
  • 150 gr dark cooking chocolate, cincang
  • 3 sdm butter ( 50 gr )
  • 125 gr gula pasir
  • 1/2 sdt vanila
  • 300 gr pisang ambon lumatkan
  • 2 butir telur ukuran besar, kocok lepas
  • 25 gr white cooking chocolate cairkan (tambahan dari saya)
Cara membuat:
  1. Panaskan oven 170'C. Siapkan loyang 20x20, oles tipis dengan margarin alasi dengan kertas roti oles tipis lagi dengan margarin. Sisihkan.
  2. Ayak tepung terigu dengan baking powder, garam, coklat bubuk dan kopi bubuk. Sisihkan.
  3. Tim dark cooking chocolate menggunakan double boiler dengan api kecil hingga meleleh. Angkat.
  4. Aduk coklat dengan baloon whisk hingga licin. Masukkan gula pasir, butter dan vanila, aduk hingga semua bahan larut dan halus. Jika terlalu kental bisa ditim kembali sebentar hingga menjadi agak lumer.
  5. Masukkan pisang yang sudah dilumatkan ke dalam campuran coklat. Aduk rata.
  6. Masukkan telurkocok. Aduk hingga halus.
  7. Masukkan campuran tepung secara bertahap. Aduk perlahan hingga rata.
  8. Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan permukaannya lalu tuang white cooking chocolate cair secara acak, lalu dengan bantuan lidi coret coret bentuk marmer.
  9. Panggang selama kurang lebih 35-40 menit atau hingga matang dan tidak lengket ketika tes tusuk.
  10. Keluarkan dari oven dan dinginkandi atas rak kawat.
  11. Potong sesuai selera. Sajikan.



Selamat mencoba dan menikmati